Sabtu, 13 Januari 2024

Khutbah pertama 

الحمد لله الذى جَعل الاستقامة بعد الإيمان سُلَّما رقِيّاً إلي دارالسلام. أشهد أن لاإله إلاّ الله وحده لاشريك له وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله. والصلاة والسلام علي مَنْ أُمِرَ بالإستقامة فكان أكمل مَنِ استَقام.

يأَيّها الذين ءامنوا اتقوا الله حقّ تقاته، ولا تموتنّ إلا وأنتم مسلمون أمّا بعد.

Jamaah shalat jumat yg dimulyakan allah

Allah swt berfirman dalam Alquran : 

 وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (201) 

Artinya :  Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201).

Ibnu Katsir menjelaskan , ayat  ini berisi

Pertama : permintaan kebaikan di dunia dan dihindarkan dari kejelekan. Yang dimaksud kebaikan dunia adalah nikmat sehat, rumah yang lapang, istri yang sholehah, rizki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal shalih, kendaraan yang mewah, pujian yang baik serta kebaikan-kebaikan lainnya. 

Kedua : permintaan kebaikan di akhirat yang lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut), diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat, serta berbagai kebaikan akhirat lainnya.

Ketiga : permintaan diselamatkan dari siksa neraka. agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkannya.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني وايّاكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين فَتُوبوا إلي الله واستغفروه إنّه هو الغفور الرّحيم.


Khutbah ke dua 

الحمد لله أحمده تعالي وأشكره وأُثْنِي عليهِ وأستغفروه وأتوب إليه، وأصلِّي وأُسلِّم علي نبيّه وأَتَرَضَّي عَنْ آله وَأَتَرَحَّمُ علي المحسنين مِنْ أمّتهِ. أمّا بعدُ

Jamaah shalat jumat rahimakumullah

Dari penjelasan ayat alquran tadi, maka manusia akan tergolongkan menjadi beberapa golongan sesuai dengan perbuatan amalnya selama ia hidup. 

1. Kaya dunia & akhirat

Golongan ini gologan yang paling semua orang inginkan, kenapa? Karena dia hidup sejahtera didunia maupun diakhirat. Dia kaya didunia dengan hartanya, punya rumah mewah, kendaraan mewah, istri yg sholehah, sehat walafiah dll. Meskipun demikian dia tidak lupa dengan allah, dengan tujuan akhiratnya yaitu mendapatkan ridho allah, beribadah melaksanakan shalat 5 waktu, zakat, puasa, sedekah, memperhatikan anak" Yatim dll. 

2. Miskin dunia & kaya diakhirat

Golongan ini mungkin masih selamat, walau didunianya dia hidup susah, hidup serba kekurangan, miskin. Tapi dia tidak juga lupa terhadap tuhannya allah swt dia tetap beribadah shalat 5 waktu, puasa, dia amalkan segala perintah dan larangan" Nya. Karena dia yakin kehidupan yg kekal hanyalah diakhirat nanti mendapatkan ridhonya allah dengan balasan syurga.

3. Kaya didunia & miskin di akhirat

Golongan ini termasuk golongan yg tidak selamat, karena kenapa? Karena dia di uji oleh allah dengan segala kekayaan dunia beserta isinya. Sehingga ia lalai terhadap perintah dan larangan" Allah swt. Hidup dia didunia sejahtera, semuanya serba ada rumah mewah, kendaraan banyak, wanita banyak. Dengan ujian duniawi itulah dia lupa dengan allah. Semoga kita semuanya diberikan kekuatan untuk slalu berpegang teguh kepada allah, selalu mengingat allah disetiap keadaan. Ketika kaya kita ingat allah ketika miskinpun ingat allah.

4. Miskin dunia & miskin akhirat

Dari golongan" Yg td telah disampaikan, golongan inilah yg paling harus kita jauhi dan hindari. Sudah miskin didunia juga miskin akhiratnya. Maka inilah golongan yg paling rugi karena dia tidak pernah mendapatkan kenikmatan dunia atau pun akhirat.


Jamaah jumat yg dimulyakan allah swt 

Kaya dan miskin itu merupakan sebuah ujian dari allah swt, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.

Allah swt berfirman : 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ 


"Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin."

QS. Ali 'Imran[3]:139

Maka dari itu perbanyaklah doa td 

 رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ .

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ

 اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلَا تَدَعْ فِينَا وَلَا مَعَنَا شَقِيًّا وَلَا مَحْرُوْمًا.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا ، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ، إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MAHARAT

AL-KALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB SANTRI KELAS VIII DI SMPT DARUSSALAM TASIKMALAYA

Husni Muhammad Rasid, Ali Maulida, Wartono

1Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Al-Hidayah Bogor

2Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Al-Hidayah Bogor

3Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam STAI Al-Hidayah Bogor

husnimuhammadrasid@gmail.com

alimaulida77@gmail.com

wartono@staiabogor.ac.id

ABSTRACT

This research is motivated by concerns about the preservation of the Arabic language among students who are now declining. The purpose of this research is (1) to describe the implementation of Maharat al-Kalam Arabic learning method. (2) to find out the supporting factors of Maharat al-Kalam Arabic learning method. (3) to find out the inhibiting factors of the Maharat al-Kalam Arabic learning method. (4) to find solutions to the inhibiting factors of the maharat al-kalam Arabic learning method. The type of research used by researchers is qualitative field research. The results of the research are as follows: First, the implementation of the maharat al-kalam Arabic learning method to improve the Arabic language skills of class VIII students at SMPT Darussalam Tasikmalaya, namely: (a) ilqo mufrodat; (b) muhadatsah; (c) idza'ah; (d) muhadoroh; (e) the Court; and (f) Arabic drama contest. Second, the supporting factors are (a) a supportive environment; (b) learning facilities; (c) Teacher support; and (d) Lesson manuals. Third, the inhibiting factors are (a) low motivation and interest in learning the language; (b) Lack of concentration in learning languages; and (c) the influence of friends and lack of self-confidence. Fourth, the solutions to the inhibiting factors are (a) organizing seminars to increase interest in learning language; (b) make teaching and learning atmosphere more conducive; and (c) choosing good friends and instilling self-confidence.

Keywords: Implementation, Maharat al-kalam, Arabic

ABSTRAK

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kekhawatiran terhadap kelestarian bahasa Arab dikalangan para santri yang kini semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam. (2) untuk mengetahui faktor-faktor pendukung metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam. (3) untuk mengetahui faktor-faktor penghambat metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam. (4) untuk mengetahui solusi terhadap faktor-faktor penghambat metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan kualitatif. Hasil penelitiannya yaitu sebagai berikut : Pertama, Implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya yaitu: (a) ilqo mufrodat; (b) muhadatsah; (c) idza’ah; (d) muhadoroh; (e) Mahkamah; dan (f) Arabic drama kontes. Kedua, faktor pendukungnya adalah (a) Lingkungan yang mendukung; (b) Fasilitas belajar; (c) Dukungan guru; dan (d) Buku pedoman pelajaran. Ketiga, faktor penghambatnya adalah (a) Motivasi dan minat belajar bahasa rendah; (b) Kurang konsentrasi dalam belajar bahasa; dan (c) pengaruh teman dan kurang percaya diri. Keempat, solusi terhadap faktor penghambat adalah (a) membuat acara seminar dalam meningkatkan minat belajar bahasa; (b) membuat suasana belajar mengajar lebih kondusif; dan (c) memilih teman yang baik dan menanamkan jiwa percaya diri.

Kata kunci: Implementasi, Maharat al-kalam, Bahasa Arab


A.    PENDAHULUAN

Bahasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas didalam hati atau juga untuk  berkomunikasi antara manusia secara sadar sehingga dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan. Dengan bahasa manusia dapat memperoleh suatu informasi berupa pengetahuan, pemahaman, atau keahlian secara khusus (Murti, 2015). Bahasa bagi manusia adalah alat komunikasi untuk berinteraksi dengan sesamanya, juga sebagai media yang dapat digunakan untuk saling bertukar maksud dan tujuannya secara sederhana sehingga dapat tersampaikan dengan baik (Wahyono, 2016).

Dari sekian banyak bahasa yang masih bertahan sampai saat ini bahkan akan terus kekal sampai hari akhir nanti adalah bahasa Arab, karena bahasa Arab adalah bahasa kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an. Bahasa arab dipilih Allah Swt sebagai bahasa kitab suci Al-Quran tidak lain bukan hanya karena nabi dahulu berdakwah di bangsa Arab, melainkan bahasa Arab mempunyai nilai lebih yang bisa menunjang pesan-pesan ilahi yang tersirat secara global. Bahasa Arab juga digunakan oleh para cendekiawan muslim dalam mentransmisikan berbagai karya intelektualnya, sampai saat ini karya-karya tersebut menjadi bahan dan sumber inspirasi yang sangat berharga. Sebagian besar karya intelektual muslim yang non-Arab, seperti Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Miskawaih, Sibawaihi dan sebagainya ditulis dalam Bahasa Arab (Syamaun, 2016). Bahasa arab bukan hanya dikenal sebagai bahasa agama Islam saja tapi bahasa Arab juga digunakan sebagai media komunikasi antar bangsa-bangsa didunia. Penjelasan tersebut merupakan bantahan dari anggapan bahwa bahasa arab hanya digunakan untuk keperluan beribadah agama islam saja, lebih dari pada itu bahasa Arab jauh lebih luas manfaat kegunaanya (Bawani, 1982).

Ayat Al-Qur’an dan hadits yang  menjelaskan tentang  pentingnya bahasa arab di antaranya sebagai berikut :

Allah berfirman dalam Al Quran surat Zuhruf : 3

انّا جعلنه قرانا عربيّا لعلّكم تعقلون

Artinya : Sesungguhnya kami menjadikan Al-Qur’an dalam Bahasa Arab agar kamu mengerti.(Al Quran Terjemah Al Hilali, 2012)

Rasulullah SAW bersabda :

أحبّوا العرب لثلاث : لأنّي عربّي والقرآن عربيّ وكلام أهل الجنّة عربيّ

Artinya : Cintailah orang Arab karena tiga hal, karena aku adalah orang Arab, Al-Qur’an itu berbahasa Arab dan ucapan penduduk surga adalah Bahasa Arab.” (HR. Thabrani dan Baihaqi).

 

Maharat al-kalam merupakan keahlian dalam bidang speaking yang dilakukan secara terstruktur. Untuk meningkatkan skill dan penguasaan bahasa arab secara komprehensif ada beberapa hal yang harus dikuasai yaitu: maharatul istima’ (mendengar), maharatul kalam (berbicara), maharatul qira’ah (membaca), maharatul kitabah (menulis). Maka maharatul kalam merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Arab (Syukriya, 2013).

Maharatul Al-kalam ini bertujuan agar mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan, pesan yang disampaikan kepada orang lain dapat diterima dengan baik dan orang penerima pesan faham yang dikatakan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan latihan-latihan yang dapat mendorong fasih berbicara bahasa yang dipelajari

Berbicara merupakan alat komunikasi yang efektif dalam menciptakan hubungan timbal balik. Hakekat dari belajar bahasa Arab ialah untuk kebutuhan sosial karena manusia itu  sendiri termasuk kepada makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi. Yang dimaksud dengan komunikasi ialah ketika seseorang berdialog antara dua orang atau lebih, satu orang berbicara sedang satu orang lainnya mendengarkan dan begitulah seterusnya (Syukriya, 2013).

Setelah peneliti mengamati dan melihat di tempat penelitian, ada beberapa masalah yang sering kali terjadi, yaitu santri kurang menerapkan metode pembelajaran bahasa Arab maharat alkalam  dalam kesehariannya. Padahal, jika santri sering  membiasakan diri berbicara bahasa Arab, secara tidak langsung sedang melatih diri dalam memahami  ilmu syariat Islam, Karena semua ilmu  agama Islam berbahasa bahasa Arab. Semakin baik kemampuannya dalam memahami bahasa Arab maka semakin baik pula dalam memahami agama Islam.

Menyikapi hal tersebut peneliti mencoba mengkaji bagaimana implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri di SMPT Darussalam Tanjungpura Rajapolah Tasikmalaya kelas VIII.

 

 

B.     TINJAUAN TEORITIS

1.      Pengertian Metode Pembelajaran Bahasa Arab

Didalam mempelajari bahasa asing metode merupakan bagian terpenting yang harus kita kuasai. Metode dalam bahasa Arab berati thoriqoh yang artinya jalan,cara, atau langkah-langkah, sedangkan metode pembelajaran bahasa arab ialah cara yang dipakai dalam pembelajaran untuk mempermudah seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan bahasa Arab. Guru dan murid menjadi dua faktor keberhasilan suatu metode yang digunakan, seorang guru harus bisa menyiapkan metode yang cocok dengan karakteristik murid-murid agar tepat sasaran pembelajaran bahasa Arabnya(Sam, 2016)

 

2.      Tujuan Metode Pembelajaran Bahasa Arab

Tujuan pembelajaran bahasa Arab ialah untuk menentukan metode, teknik dan pendekatan pembelajaran bahasa. Adapun tujuan metode pembelajaran bahasa Arab menurut (Setyabudi, Mohammad Arif, Syamsuddin, 2020)

a)      Mampu memahami Al-Quran dan Hadits

b)      Berbicara bahasa Arab dengan baik

c)      Memahami kitab-kitab agama islam

d)     Berkomunikasi dengan bahasa arab baik secara lisan maupun tulisan

e)      Mampu memahami, membaca, menulis, dan mengucapkan sesuai kaidah nahwu sharaf

 

3.      Macam Metode Pembelajaran Bahasa Arab

Agar santri menguasai bahasa Arab dengan baik, seorang guru harus memiliki metode yang baik untuk menyampaikan pelajaran kepada santri agar bisa diterima dengan mudah dan dapat difahami. Dapat diketahui macam-macam dari metode pembelajaran bahasa Arab banyak sekali, dari bermacam metode tersebut guru memilih satu yang sesuai dengan minat santri. Di antara metode pembelajaran bahasa arab adalah sebagai berikut (Sam, 2016):

a)      Metode terjemah

b)      Metode langsung

c)      Metode membaca

d)     Metode audiolingual

e)      Metode komunikatif

f)       Metode eklektik

 

4.      Pengertian Maharat Al-kalam

Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, mengatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Berbicara merupakan sebuah keterampilan berbahasa yang isinya berupa gagasan, ide, pikiran atau pesan yang disampaikan kepada orang lain dengan bahasa lisan tertentu. Kemampuan berbicara ini mewajibkan respon timbal balik antara dua arah yaitu manusia satu dengan satu lainnya, sehingga komunikasi terasa sangat efektif (Ahmadi, 2020).

 

5.      Tujuan Pembelajaran Maharat Al-Kalam

Tujuan pembelajaran maharah al-kalam sebagaimana yang dikemukakan Syahatah dalam (Ahmadi, 2020) adalah sebagai berikut:

a)      Agar pelajar terbiasa berbahasa Arab

b)      Melatih spontanitas mengungkapkan kata

c)      Melatih pendalaman pelajar terhadap sebuah ungkapan atau peristiwa

d)     Melatih skill pendengarannya atau (maharatul istima)

C.    METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian seperti survey, wawancara, dan observasi. Metode penelitian secara umum adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan secara bertahap dimulai dengan penentuan topik, pengumpulan data dan menganalisis data, sehingga nantinya diperoleh suatu pemahaman dan pengertian atas topik, gejala atau isu tertentu (Raco, 2018).

 

 

 

 

 

D.    PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

1.      Implementasi Metode Pembelajaran Bahasa Arab Maharat Al-kalam Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Santri Kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya Tahun Ajaran 2022/2023

Untuk menunjang hasil observasi mengenai implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII SMPT Darussalam Tasikmalaya, maka peneliti melakukan wawancara kepada guru bahasa Arab, language advisory counsil (LAC) ustadz pembimbing bahasa, dan central language improvement (LAC)  pengurus santri bagian penggerak bahasa. Berdasarkan hasil wawancara dengan (key informant I) peneliti menyimpulkan bahwa implementasi metode pembelajaran maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa arab santri kelas VIII adalah sebagai berikut:

a.    Ilqo Mufrodat

Ilqo mufradat adalah kegiatan rutinan santri pondok pesantren Darussalam Tasikmalaya yang dilaksankan setalah Shalat Subuh tepat. Santri-santri diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut  sampai selesai, dimulai setelah Shalat Subuh sampai pukul 06.15. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu menambah dan memperkaya kosa kata bahasa arab dan inggris para santri. Selain dari itu tujuan khususnya agar santri bisa menggunakan bahasa arab yang baik dan benar.

Langkah-langkah pembelajarannya yaitu pengurus bagian bahasa CLI mengatur pembagian kosa kata kepada mudabir setiap rayon/asrama. Setelah dibagikan kosa kata kepada para mudabir, pengurus CLI memberikan arahan terlebih dahulu sebelum mereka menyampaikan kepada santri. Setelah siap para mudabir langsung terjun kelapangan untuk membagikan kosa kata tersebut dengan diawali para mudabir menyebutkannya sebanyak tiga kali dari setiap kosa kata tersebut, kemudian diikuti oleh para santri untuk mengulang kosa kata yang baru disebutkan oleh mudabir hingga tiga kosa kata itu disebutkan dan diulang semuanya. Setelah santri faham dan hafal kosa kata yang baru disebutkan, mudabir memberikan tugas berupa membuat kalimat sederhana dari kosa kata tersebut.

Metode yang dipakai didalam kegiatan ilqo mufrodat adalah metode qira’ah. Metode ini memiliki tujuan yang terfokus pada pesesrta didik agar dapat memiliki kompetensi membaca yang baik. Keterampilan membaca yaitu suatu kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam melihat dan memahami makna yang terkandung dalam sebuah tulisan dengan tepat dan fasih. Hal tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan dari penulis melalui tulisannya agar dapat ditangkap dan dipahami maknanya oleh  si pembaca dengan baik dan tepat(Febrianingsih, 2021)

 

b.    Muhadatsah

Program ini diadakan 2 kali dalam satu minggu di hari selasa pagi dan jum’at pagi waktu ± 30 menit. Bertujuan untuk melatih santri dalam berbicara bahasa Arab dan Inggris sekaligus ajang untuk mempraktekkan kosa kata yang telah didapat. Adapun pembimbing untuk program ini diambil dari para asatidz pembimbing bahasa LAC dan CLI yang insyaallah mumpuni dalam bidang bahasa. Materi yang diajarkan adalah satu judul untuk satu minggu.

Langkah langkah kegiatan ini para pembimbing bahasa CLI menyiapkan perencanaan bahan ajar yang akan disampaikan kepada santri. Pembimbing bahasa membawakan satu tema  percakapan setiap pertemuan. Dari tema tersebut pembingbing bahasa mengedukasi santri-santrinya agar dapat memahami, dan mengerti tema tersebut. Setelah seluruh santri mengerti dan hafal tema yang dibawakan pembimbing, santri diperintahkan memiliki pasangan-pasangan untuk berkomunikasi dengan tema yang tadi diajarkan. Setelah itu pembimbing memilih salah satu diantara santri untuk mempraktekan percakapan tersebut di depan teman-temannya.

Metode ini didukung oleh dua metode yaitu metode langsung dan metode komunikatif. Metode langsung berkaca kepada proses bahasa antara ibu dan anak yang menggunakan bahasa secara langsung (Sam,2015) dan metode komunikatif bertujuan untuk menuntun seseorang untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari (Febrianingsih, 2021)

 

c.    Idza’ah

Program siaran atau sering disebut idza’ah ini mempunyai peran penting dalam pembelajaran bahasa di Darussalam. Program ini melatih para santri untuk sanggup berbicara bahasa Arab di depan banyak orang dan biasanya metode ini diadakan setiap hari setelah shalat Maghrib dan pada siang hari setelah solat Jumat, dengan metode ini santri akan dididik untuk dapat berbicara dengan bahasa asing dan dapat melatih mental santri untuk berbicara dan melatih santri untuk menjadi pendengar yang baik.

Kegiatan ini merupakan program kerja dari organisasi pelajar yang biasa digunakan dalam menyampaikan informasi kepada santri-santri mengenai peraturan, mahkamah  bahasa, doa untuk orang sakit atau meninggal, dan pengumuman yang lain yang sifatnya penting di umumkan kepada santri. Bahasa yang digunakan dalam penyampaiannya dengan bahasa resmi, yaitu bahasa Arab dan Inggris.

Hal ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh ummah yaitu metode audiolingual, cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari (Ummah, 2019). Dari kegiatan idza’ah santri-santri dilatih pendengarannya agar terbiasa mendengar bahasa Arab, dan untuk yang menyampaikan pengumuan sendiri dilatih dalam segi syafahiyyah (berbicara).

 

d.   Muhadharah

Muhadharah adalah kegiatan santri yang dilaksanakan pada hari rabu malam dan sabtu malam, para santri dilatih untuk membuat sebuah pidato yang bertuliskan dengan bahasa Arab setelah itu santri akan menampilkan hasil pembuatan pidatonya didepan seluruh santri. Dengan kegiatan ini santri akan terlatih untuk terbiasa menulis bahasa Arab, menemukan kosa kata baru, dan santri akan dilatih keterampilan berbicara (public speaking) yang baik di depan orang banyak.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode komunikatif. Santri yang terpilih untuk berpidato akan dilatih untuk berkomunikasi dengan audien. Mental santripun secara langsung akan dilatih untuk tidak gugup, gemetaran, demam panggung, tapi kegiatan ini melahirkan santri-santri yang tahan banting mentalnya mampu membawakan tausiah yang mudah difahami dan tidak membosankan.

 

e.    Mahkamah

Mahkamah merupakan kegiatan evaluasi terhadap program kerja bagian penggerak bahasa. Setiap santri yang bermasalah dengan bagian bahasa (tidak berbahasa resmi) akan dipanggil dan diberikan hukuman di malam hari setelah sholat Maghrib. Program ini bertujuan agar santri mematuhi aturan-aturan berbahasa dan pembelajaran agar mereka mau berbicara bahasa resmi setiap harinya. Hukuman dalam program mahkamah ini tidak berupa hukuman fisik tetapi berupa hukuman yang mendidik khususnya dalam bidang bahasa. Santri akan diperintah untuk mencari kosa kata baru dalam bahasa Arab dan dimintai menyetor hafalannya ke bagian penggerak bahasa.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode membaca, yaitu santri mencari kosa kata dari kamus. Secara tidak langsung melatih dirinya dalam keterampilan membaca dan menghafal.

 

f.     Arabic drama contest

Arabic drama contes adalah salah satu program untuk meningkatkan kemampuan berbahasa santri, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksankan, dalam satu tahun drama kontes di adakan dua kali dengan berbeda bahasa. Dua bahasa tersebut adalah bahasa Arab dan Inggris. Didalamnya santri akan berlomba untuk menampilkan sebuah drama dalam bahasa Arab dan akan dinilai oleh para dewan juri yang mumpuni dalam bidang bahasa Arab, dan santri yang sekiranya bagus bahasanya akan mendapatkan reward atau hadiah dari panitia, dengan program ini akan melatih kemampuan bahasa santri yang kompleks.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode eklektik yaitu gabungan dari beberapa metode yang disajikan dalam satu penampilan drama. Di dalam drama semua metode terlibat didalamnya. Maka kegiatan ini merupakan kegiatan yang dijadikan sebagai tolak ukur program-program bahasa selama satu tahun berjalan.

 

2.      Faktor Pendukung Metode Pembelajaran Bahasa Arab Maharat al-kalam Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Santri Kelas VIII SMPT Darussalam Tasikmalaya.

Seorang guru dalam membina anak didiknya  mempunyai faktor pendukung yang mendorong keberhasilan anak dalam memahami pelajaran juga guru menjalankan tugasnya. Menurut (Key informant 1) selaku pembimbing bahasa terdapat faktor-faktor pendukung metode pembelajaran bahasa Arab Maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII, di antaranya:

 

 

 

a.    Lingkungan yang mendukung

Lingkungan sosial sangat mendukung sekali terhadap pendidikan dan pengembangan bahasa. Karena bahasa hakikatnya bukan sekedar menghafal kata demi kata, kalimat demi kalimat, tetapi lebih dari itu yaitu menitik beratkan kepada praktek pengucapan secara direct (langsung).

Lingkungan yang baik untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan berbahasa di antaranya sebagai berikut :

1)   Guru bahasa Arab harus rajin menggunakan bahasa Arab dalam berkomunikasi dengan santri

2)   Penggunaan ungkapan bahasa Arab dalam pergaulan sehari- hari

3)   Ditetapkan adanya hari bahasa Arab. Semua komunikasi antara warga madrasah termasuk layanan administrasi, harus menggunakan bahasa Arab

4)   Penerapan wilayah bahasa Arab. Semua warga madrasah wajib menggunakan bahasa Arab dalam berkomunikasi jika melewati wilayah tersebut

5)   Penerapan sanksi-sanksi edukatif dan tidak memberatkan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan- ketentuan tersebut

 

b.   Fasilitas Belajar yang memadai

Adapun fasilitas yang mendukung santri dalam berbicara bahasa Arab adalah:

1)      Perpustakaan

2)      Mading

3)      Pamflat bertuliskan kosa kata bahasa arab dan kata kata motivasi

4)      Lab bahasa

 

c.    Dukungan Guru

Peran guru disini sangatlah penting sekali dikarenakan santri akan menjadikan setiap guru sebagai motivasi terbesar mereka dalam mengembangkan bahasa Arab mereka, maka sangatlah diperlukan peran guru dalam meningkatkan bahasa sebagai berikut :

1)   Menggunakan bahasa Arab disetiap kegiatan belajar mengajar dikelas

2)   Menggunakan bahasa Arab dikamar dan disetiap berinteraksi bersama anggota

3)   Selalu menggunakan bahasa Arab ketika mengumumkan pengumuman atau sekedar mengasih informasi

4)   Berbicara dengan bahasa Arab sesama guru lainnya

5)   Menciptakan lingkungan berbahasa Arab di kalangan guru-guru sehingga santri dapat termotivasi dengannya

 

d.   Buku Pedoman Pelajaran

Adapun beberapa buku yang dijadikan referensi pondok pesantren Darussalam dalam meningkatkan bahasa santri :

a)    Durussullughoh

b)   Daily conversation

c)    Vocabularies

d)   Qiraaturrasyidah

e)    Mahfudzot

f)    Nahwu

g)   Shorf

h)   Balaghah

i)     Ushul fiqh

 

3.      Faktor Penghambat Metode Pembelajaran Bahasa Arab Maharat al-kalam Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Santri Kelas VIII SMPT Darussalam Tasikmalaya.

Tidak hanya faktor pendukung yang mendorong untuk mempermudah pembelajaran bahasa Arab dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, pasti ada juga faktor penghambatnya. Hambatan merupakan sesuatu yang dapat menghalangi kemajuan atau pencapaian suatu tujuan yang telah direncanakan. Setelah peneliti mengumpulkan data tentang penghambat metode pembelajaran bahasa Arab melalui wawancara pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus.  Menurut  (key informant 2) faktor penghambat pembelajaran bahasa Arab ialah sebagai berikut :

 

a.    Motivasi dan Minat Belajar Bahasa Rendah

Didalam suatu lembaga sekolah atau pondok pesantren santri-santri mempunyai motivasi yang berbeda dalam menuntu ilmu. Adakalanya motivasi santri dalam menuntut ilmu sangat tinggi dan sebagian lainnya rendah bahkan tidak sama sekali terlihat bersemangat dalam belajar. Rendahnya motivasi santri dalam minat belajar akan menumbuhkan rasa malas, bosan, dan bahkan tidak tertarik sama sekali dalam belajar. Sebab-sebab motivasi dan minat belajar santri menjadi rendah diantaranya sebagai berikut:

1)   Bergaul dengan teman yang malas

2)   Kurangnya motivasi dari pendidik dan diri sendiri

3)   Ada suatu masalah yang menimpa

4)   Mempunyai sifat malas

 

b.   Kurang Konsentrasi Dalam Belajar Bahasa

Konsentrasi belajar merupakan pemusatan perhatian dalam melakukan pembelajaran jika konsentrasi belajar rendah maka akan menimbulkan ketidak seriusan dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran memang tidak selalu lancar dan sesuai, pasti mengalami kendala begitupun santri mempunyai kualitas Konsentrasi belajar yang berbeda-beda. Ada yang memiliki jiwa semangat tinggi dalam proses pembelajaran  ada juga yang memiliki sifat malas.

Sebab timbulnya kemalasan tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor. Faktor yang pertama dari diri santri sendiri yang mempunyai sifat malas, mempunyai kebiasan begadang sampai larut malam sehingga ketika masuk ruangan kelas rasa ngantukpun tidak bisa ditahankan. Faktor yang kedua dari faktor eksternal yaitu dari banyaknya kegiatan pondok pesantren. Seperti latihan pagelaran seni Darussalam yang kira-kira membutuhkan satu bulan untuk persiapan dan latihanya. Maka mau atau tidak tingakat konsentrasi belajar jadi mengurang.

 

c.    Pengaruh teman dan kurang percaya diri

Selain dari kurangnya konsentrasi pengaruh terbesar dalam mempelajari Bahasa Arab di pondok pesantren Daarussalam Tasikmalaya rajapolah pengaruh lingkungan sangatlah berbahaya termasuk berteman dengan orang yang malas dan kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu ini sangat mempengaruhi terhadap keberhasilannya suatu pembelajaran.

Santri yang terbiasa bericara bahasa daerah merupakan bumerang untuk santri lainnya. Ini menjadi bumerang bagi teman-temanya yang ingin menggunakan bahasa resmi. Dengan semakin banyaknya santri yang terbiasa berbicara bahasa daerah maka akan semakin sulit menerapkan lingkungan berbahasa. Sebab itu, santri menjadi kurang percaya diri jika menggunakan bahasa resmi seperti Arab dan Inggris karena di anggap merasa lebih pintar,sombong dan takut salah pengucapan.

 

4.      Solusi Dari Faktor Penghambat Metode Pembelajaran Bahasa Arab Maharat al-kalam Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Santri Kelas VIII SMPT Darussalam Tasikmalaya

Adapun solusi dari faktor penghambat metode pembelajaran bahasa Arab sebagaimana wawancara dari key informan 3 selaku Ketua santri bagian penggerak bahasa yaitu sebagai berikut:

a.    Membuat acara seminar motivasi dalam meningkatkan minat belajar bahasa

Diantara sekian banyak santri yang belajar bahasa Arab pasti ada beberapa santri yang kurangnya motivasi untuk meningkatkan bahasa, yang perlu dilakukan oleh pembimbing bahasa adalah agar selalu menanamkan motivasi meningkatkan bahasa kedalam diri setiap individu santri, dikarenakan sebagus dan sekuat apapun motivasi kita terhadap santri akan peningkatan bahasa jika didalam dirinya tidak ada keinginan untuk meningkatkan bahasa, maka tidak akan ada kemajuan terhadap kualitas bahasanya. Karena sebaik baik motivasi adalah motivasi di dalam diri sendiri.

Maka yang kita lakukan adalah menanamkan dalam diri santri akan kebanggaan untuk berbahasa Arab dikarenakan bahasa Arab adalah bahasa yang sering diucapkan oleh rasul,maka ketika kita menggunakan bahasa Arab kita telah berbicara menggunakan lafadz lafadz yang pernah diucapkan oleh nabi Muhammad Saw.

b.   Membuat suasana belajar dan mengajar lebih kondusif

adapun beberapa tips yang dapat dilakukan oleh seorang guru agar proses belajar mengajar tetap kondusif:

1)   Menyampaikan aturan dengan tegas dan empati

2)   Bangun komunikasi yang baik dengan santri

3)   Amati dan pahami perilaku setiap santri

4)   Berikan dukungan siswa dalam mengajar

5)   Selingkan dibeberapa pertemuan permainan yang bersangkutan dengan bahasa Arab

 

c.    Memilih teman yang baik dan menanamkan jiwa percaya diri

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda : “seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan sebagai teman dekat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dari hadits di atas dapat kita simpulkan bahwa memilih teman yang baik sangatlah berpengaruh terhadap proses pembelajaran bahasa, pengaruh dari teman dapat menentukan karakter seseorang menyukai bahasa atau tidak suka terhadap bahasa. Maka carilah seorang teman yang bisa membawa  kemampuan berbahasa lebih baik dan terus meningkat.

Membentuk kebiasaan baik dalam peningkatan bahasa tidak mungkin tanpa adanya niat yang sungguh-sungguh, pasti sudah menjadi kewajiban bagi pelajar untuk berniat dengan benar dan sungguh-sungguh dalam diri. Dimulai dari diri sendiri dahulu kemudian dua orang yang berkomitmen membiasakan berbahasa. Maka inilah yang disebut dengan menciptakan lingkungan berbahasa yang sesungguhnya (Ahmadi, 2020).

E.     KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai jawaban rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti. Adapun kesimpulannya ialah sebagai berikut:

Pertama, Implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya adalah ilqo mufrodat, muhadatsah, idza’ah, muhadhoroh, mahkamah, dan Arabic drama kontes.

Kedua, Faktor pendukung metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya sebagai berikut: lingkungan yang mendukung, fasilitas belajar yang memadai, dukungan guru, dan buku pedoman pelajaran.

Ketiga, Faktor penghambat metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya sebagai berikut: motivasi dan minat belajar bahasa rendah, kurang konsentrasi dalam belajar bahasa, pengaruh teman dan kurang percaya diri.

Keempat, Solusi dari faktor penghambat metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya sebagai berikut: membuat acara seminar dalam meningkatkan minat belajar bahasa, membuat suasana belajar mengajar lebih kondusif, memilih teman yang baik dan menanamkan jiwa percaya diri.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Dari Jurnal/Skripsi

Ahmadi, & Aulia Mustika. (2020). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Konvensional Hingga Era Digital. Genta Grup.

Febrianingsih, D. (2021). Keterampilan Membaca Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 2(2) STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi

Murti, S. (2015) Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Globalisasi. Parole Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Raco, J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik dan Keunggulannya. https://doi.org/10.31219/osf.io/mfzuj

Sam, Z. (2016). Z. Sam. Metode Pembelajaran Bahasa Arab, Vol. 2(No 1), Hlm. 5.

Setyabudi, Mohammad Arif, Syamsuddin, H. (2020). Pembelajaran Bahasa Arab Untuk Tujuan Khusus. Jurnal Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, (Pembelajaran Bahasa Arab), 90–98.

Syamaun, N. (2016). Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk Meningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jurnal.Ar-Raniry.Ac.Id

Syukriya, A. U. (2013). Edutainment: Ikhtiar Mengolah Heterogenitas Peserta Didik Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara (Maharatul Kalam) Pada Peserta Didik SMA Islam P.B. Soedirman 1 Bekasi. Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab III, 265–281.

Wahyono. (2016). Pengaruh Pemahaman Aspek Filosofi Bahasa Jawa Terhadap Pola Komunikasi Masyarakat Dalam Bahasa Indonesia. Analisis Jurnal Pengajaran Bahasa Indonesia. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/12728?show=full