IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MAHARAT
AL-KALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ARAB SANTRI KELAS VIII
DI SMPT DARUSSALAM TASIKMALAYA
Husni Muhammad Rasid, Ali Maulida, Wartono
1Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam STAI
Al-Hidayah Bogor
2Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam STAI
Al-Hidayah Bogor
3Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam STAI
Al-Hidayah Bogor
husnimuhammadrasid@gmail.com
alimaulida77@gmail.com
wartono@staiabogor.ac.id
ABSTRACT
This
research is motivated by concerns about the preservation of the Arabic language
among students who are now declining. The purpose of this research is (1) to
describe the implementation of Maharat al-Kalam Arabic learning method. (2) to
find out the supporting factors of Maharat al-Kalam Arabic learning method. (3)
to find out the inhibiting factors of the Maharat al-Kalam Arabic learning
method. (4) to find solutions to the inhibiting factors of the maharat al-kalam
Arabic learning method. The type of research used by researchers is qualitative
field research. The results of the research are as follows: First, the
implementation of the maharat al-kalam Arabic learning method to improve the
Arabic language skills of class VIII students at SMPT Darussalam Tasikmalaya,
namely: (a) ilqo mufrodat; (b) muhadatsah; (c) idza'ah; (d) muhadoroh; (e) the
Court; and (f) Arabic drama contest. Second, the supporting factors are (a) a
supportive environment; (b) learning facilities; (c) Teacher support; and (d)
Lesson manuals. Third, the inhibiting factors are (a) low motivation and
interest in learning the language; (b) Lack of concentration in learning
languages; and (c) the influence of friends and lack of self-confidence.
Fourth, the solutions to the inhibiting factors are (a) organizing seminars to
increase interest in learning language; (b) make teaching and learning
atmosphere more conducive; and (c) choosing good friends and instilling
self-confidence.
Keywords: Implementation, Maharat al-kalam, Arabic
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kekhawatiran terhadap
kelestarian bahasa Arab dikalangan para santri yang kini semakin menurun. Tujuan
dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam. (2) untuk mengetahui faktor-faktor pendukung metode pembelajaran
bahasa Arab maharat
al-kalam. (3) untuk mengetahui faktor-faktor penghambat metode pembelajaran
bahasa Arab maharat
al-kalam. (4) untuk mengetahui solusi terhadap faktor-faktor penghambat metode
pembelajaran bahasa Arab maharat
al-kalam. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan
kualitatif. Hasil penelitiannya yaitu sebagai berikut : Pertama, Implementasi metode pembelajaran bahasa Arab maharat
al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII di
SMPT Darussalam Tasikmalaya yaitu: (a) ilqo mufrodat; (b) muhadatsah;
(c) idza’ah; (d) muhadoroh; (e) Mahkamah; dan (f) Arabic
drama kontes. Kedua, faktor pendukungnya adalah (a) Lingkungan yang
mendukung; (b) Fasilitas belajar; (c) Dukungan guru; dan (d) Buku pedoman
pelajaran. Ketiga, faktor penghambatnya adalah (a) Motivasi dan minat
belajar bahasa rendah; (b) Kurang konsentrasi dalam belajar bahasa; dan (c) pengaruh
teman dan kurang percaya diri. Keempat, solusi terhadap faktor
penghambat adalah (a) membuat acara seminar dalam meningkatkan minat belajar
bahasa; (b) membuat suasana belajar mengajar lebih kondusif; dan (c) memilih
teman yang baik dan menanamkan jiwa percaya diri.
Kata kunci: Implementasi, Maharat al-kalam, Bahasa Arab
A.
PENDAHULUAN
Bahasa
merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas
didalam hati atau juga untuk
berkomunikasi antara manusia secara sadar sehingga dapat memperoleh
pemahaman dan pengetahuan. Dengan bahasa manusia dapat memperoleh suatu informasi
berupa pengetahuan, pemahaman, atau keahlian secara khusus (Murti, 2015).
Bahasa bagi manusia adalah alat komunikasi untuk berinteraksi dengan sesamanya,
juga sebagai media yang dapat digunakan untuk saling bertukar maksud dan
tujuannya secara sederhana sehingga dapat tersampaikan dengan baik (Wahyono, 2016).
Dari sekian banyak bahasa yang masih bertahan sampai saat ini
bahkan akan terus kekal sampai hari akhir nanti adalah bahasa Arab, karena
bahasa Arab adalah bahasa kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur’an. Bahasa arab
dipilih Allah Swt sebagai bahasa kitab suci Al-Quran tidak lain bukan hanya
karena nabi dahulu berdakwah di bangsa Arab, melainkan bahasa Arab mempunyai
nilai lebih yang bisa menunjang pesan-pesan ilahi yang tersirat secara global.
Bahasa Arab juga digunakan oleh para cendekiawan muslim dalam
mentransmisikan berbagai karya intelektualnya, sampai saat ini karya-karya
tersebut menjadi bahan dan sumber inspirasi yang sangat berharga. Sebagian
besar karya intelektual muslim yang non-Arab, seperti Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn
Miskawaih, Sibawaihi dan sebagainya ditulis dalam Bahasa Arab (Syamaun,
2016).
Bahasa arab bukan hanya dikenal sebagai bahasa agama Islam saja tapi bahasa
Arab juga digunakan sebagai media komunikasi antar bangsa-bangsa didunia.
Penjelasan tersebut merupakan bantahan dari anggapan bahwa bahasa arab hanya
digunakan untuk keperluan beribadah agama islam saja, lebih dari pada itu
bahasa Arab jauh lebih luas manfaat kegunaanya (Bawani, 1982).
Ayat
Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan
tentang pentingnya bahasa arab di antaranya
sebagai berikut :
Allah berfirman dalam Al Quran surat Zuhruf : 3
انّا جعلنه قرانا عربيّا لعلّكم تعقلون
Artinya : “Sesungguhnya
kami menjadikan Al-Qur’an dalam Bahasa Arab agar kamu mengerti”.(Al
Quran Terjemah Al Hilali, 2012)
Rasulullah SAW
bersabda :
أحبّوا العرب
لثلاث : لأنّي عربّي والقرآن عربيّ وكلام أهل الجنّة عربيّ
Artinya : “Cintailah orang Arab karena tiga hal, karena aku adalah
orang Arab, Al-Qur’an itu berbahasa Arab dan ucapan penduduk surga adalah Bahasa Arab.”
(HR. Thabrani dan Baihaqi).
Maharat
al-kalam merupakan keahlian dalam bidang speaking yang dilakukan secara
terstruktur. Untuk meningkatkan skill dan penguasaan bahasa arab secara
komprehensif ada beberapa hal yang harus dikuasai yaitu: maharatul istima’
(mendengar), maharatul kalam (berbicara), maharatul qira’ah (membaca),
maharatul kitabah (menulis). Maka maharatul kalam merupakan salah satu
jenis kemampuan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Arab (Syukriya,
2013).
Maharatul
Al-kalam ini bertujuan agar mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan, pesan
yang disampaikan kepada orang lain dapat diterima dengan baik dan orang
penerima pesan faham yang dikatakan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan
latihan-latihan yang dapat mendorong fasih berbicara bahasa yang dipelajari
Berbicara
merupakan alat komunikasi yang efektif dalam menciptakan hubungan timbal balik.
Hakekat dari belajar bahasa Arab ialah untuk kebutuhan sosial karena manusia
itu sendiri termasuk kepada makhluk
sosial yang membutuhkan komunikasi. Yang dimaksud dengan komunikasi ialah
ketika seseorang berdialog antara dua orang atau lebih, satu orang berbicara
sedang satu orang lainnya mendengarkan dan begitulah seterusnya (Syukriya,
2013).
Setelah
peneliti mengamati dan melihat di tempat penelitian, ada beberapa masalah yang
sering kali terjadi, yaitu santri kurang menerapkan metode pembelajaran bahasa
Arab maharat alkalam dalam
kesehariannya. Padahal, jika santri sering
membiasakan diri berbicara bahasa Arab, secara tidak langsung sedang
melatih diri dalam memahami ilmu syariat
Islam, Karena semua ilmu agama Islam
berbahasa bahasa Arab. Semakin baik kemampuannya dalam memahami bahasa Arab
maka semakin baik pula dalam memahami agama Islam.
Menyikapi
hal tersebut peneliti mencoba mengkaji bagaimana implementasi metode pembelajaran
bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri
di SMPT Darussalam Tanjungpura Rajapolah Tasikmalaya kelas VIII.
B.
TINJAUAN
TEORITIS
1.
Pengertian Metode Pembelajaran Bahasa Arab
Didalam mempelajari bahasa asing metode merupakan
bagian terpenting yang harus kita kuasai. Metode dalam bahasa Arab berati thoriqoh
yang artinya jalan,cara, atau langkah-langkah, sedangkan metode
pembelajaran bahasa arab ialah cara yang dipakai dalam pembelajaran untuk
mempermudah seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan bahasa Arab. Guru dan murid
menjadi dua faktor keberhasilan suatu metode yang digunakan, seorang guru harus
bisa menyiapkan metode yang cocok dengan karakteristik murid-murid agar tepat
sasaran pembelajaran bahasa Arabnya(Sam, 2016)
2.
Tujuan Metode Pembelajaran Bahasa Arab
Tujuan pembelajaran bahasa Arab ialah untuk menentukan
metode, teknik dan pendekatan pembelajaran bahasa. Adapun tujuan metode
pembelajaran bahasa Arab menurut (Setyabudi, Mohammad Arif, Syamsuddin,
2020)
a)
Mampu memahami Al-Quran dan Hadits
b)
Berbicara bahasa Arab dengan baik
c)
Memahami kitab-kitab agama islam
d)
Berkomunikasi dengan bahasa arab baik secara lisan maupun tulisan
e)
Mampu memahami, membaca, menulis, dan mengucapkan sesuai kaidah
nahwu sharaf
3.
Macam Metode Pembelajaran Bahasa Arab
Agar santri menguasai bahasa Arab dengan baik, seorang
guru harus memiliki metode yang baik untuk menyampaikan pelajaran kepada santri
agar bisa diterima dengan mudah dan dapat difahami. Dapat diketahui macam-macam
dari metode pembelajaran bahasa Arab banyak sekali, dari bermacam metode
tersebut guru memilih satu yang sesuai dengan minat santri. Di antara metode
pembelajaran bahasa arab adalah sebagai berikut (Sam, 2016):
a)
Metode terjemah
b)
Metode langsung
c)
Metode membaca
d)
Metode audiolingual
e)
Metode komunikatif
f)
Metode eklektik
4.
Pengertian Maharat Al-kalam
Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan
bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, mengatakan, serta
menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Berbicara merupakan sebuah
keterampilan berbahasa yang isinya berupa gagasan, ide, pikiran atau pesan yang
disampaikan kepada orang lain dengan bahasa lisan tertentu. Kemampuan berbicara
ini mewajibkan respon timbal balik antara dua arah yaitu manusia satu dengan
satu lainnya, sehingga komunikasi terasa sangat efektif (Ahmadi, 2020).
5.
Tujuan Pembelajaran Maharat Al-Kalam
Tujuan pembelajaran maharah al-kalam sebagaimana yang
dikemukakan Syahatah dalam (Ahmadi, 2020) adalah sebagai berikut:
a) Agar pelajar terbiasa berbahasa Arab
b) Melatih spontanitas mengungkapkan kata
c) Melatih pendalaman pelajar terhadap
sebuah ungkapan atau peristiwa
d) Melatih skill pendengarannya atau
(maharatul istima)
C.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
yang digunakan dalam penelitian seperti survey, wawancara, dan observasi.
Metode penelitian secara umum adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan
secara bertahap dimulai dengan penentuan topik, pengumpulan data dan
menganalisis data, sehingga nantinya diperoleh suatu pemahaman dan pengertian
atas topik, gejala atau isu tertentu (Raco, 2018).
D.
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Untuk menunjang hasil observasi mengenai implementasi
metode pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan
berbahasa Arab santri kelas VIII SMPT Darussalam Tasikmalaya, maka peneliti
melakukan wawancara kepada guru bahasa Arab, language advisory counsil (LAC)
ustadz pembimbing bahasa, dan central language improvement (LAC) pengurus santri bagian penggerak bahasa.
Berdasarkan hasil wawancara dengan (key informant I) peneliti menyimpulkan
bahwa implementasi metode pembelajaran maharat al-kalam untuk meningkatkan
kemampuan berbahasa arab santri kelas VIII adalah sebagai berikut:
a.
Ilqo Mufrodat
Ilqo mufradat adalah kegiatan rutinan santri pondok pesantren Darussalam
Tasikmalaya yang dilaksankan setalah Shalat Subuh tepat. Santri-santri
diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut
sampai selesai, dimulai setelah Shalat Subuh sampai pukul 06.15. Tujuan
dari kegiatan tersebut yaitu menambah dan memperkaya kosa kata bahasa arab dan
inggris para santri. Selain dari itu tujuan khususnya agar santri bisa
menggunakan bahasa arab yang baik dan benar.
Langkah-langkah pembelajarannya yaitu pengurus bagian bahasa CLI
mengatur pembagian kosa kata kepada mudabir setiap rayon/asrama. Setelah
dibagikan kosa kata kepada para mudabir, pengurus CLI memberikan arahan
terlebih dahulu sebelum mereka menyampaikan kepada santri. Setelah siap para
mudabir langsung terjun kelapangan untuk membagikan kosa kata tersebut dengan
diawali para mudabir menyebutkannya sebanyak tiga kali dari setiap kosa kata
tersebut, kemudian diikuti oleh para santri untuk mengulang kosa kata yang baru
disebutkan oleh mudabir hingga tiga kosa kata itu disebutkan dan diulang
semuanya. Setelah santri faham dan hafal kosa kata yang baru disebutkan,
mudabir memberikan tugas berupa membuat kalimat sederhana dari kosa kata
tersebut.
Metode yang dipakai didalam kegiatan ilqo mufrodat adalah metode
qira’ah. Metode ini memiliki tujuan yang terfokus pada pesesrta didik agar
dapat memiliki kompetensi membaca yang baik. Keterampilan membaca yaitu suatu
kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam melihat dan memahami
makna yang terkandung dalam sebuah tulisan dengan tepat dan fasih. Hal tersebut
bertujuan untuk menyampaikan pesan dari penulis melalui tulisannya agar dapat
ditangkap dan dipahami maknanya oleh si
pembaca dengan baik dan tepat(Febrianingsih, 2021)
b.
Muhadatsah
Program ini diadakan 2 kali dalam satu minggu di hari selasa pagi dan
jum’at pagi waktu ± 30 menit. Bertujuan untuk melatih santri dalam berbicara
bahasa Arab dan Inggris sekaligus ajang untuk mempraktekkan kosa kata yang
telah didapat. Adapun pembimbing untuk program ini diambil dari para
asatidz pembimbing bahasa LAC dan CLI yang insyaallah mumpuni dalam bidang
bahasa. Materi yang diajarkan adalah satu judul untuk satu minggu.
Langkah langkah kegiatan ini para pembimbing bahasa CLI menyiapkan
perencanaan bahan ajar yang akan disampaikan kepada santri. Pembimbing bahasa
membawakan satu tema percakapan setiap
pertemuan. Dari tema tersebut pembingbing bahasa mengedukasi santri-santrinya
agar dapat memahami, dan mengerti tema tersebut. Setelah seluruh santri
mengerti dan hafal tema yang dibawakan pembimbing, santri diperintahkan
memiliki pasangan-pasangan untuk berkomunikasi dengan tema yang tadi diajarkan.
Setelah itu pembimbing memilih salah satu diantara santri untuk mempraktekan
percakapan tersebut di depan teman-temannya.
Metode ini didukung oleh dua metode yaitu metode langsung dan metode
komunikatif. Metode langsung berkaca kepada proses bahasa antara ibu dan anak
yang menggunakan bahasa secara langsung (Sam,2015) dan metode komunikatif
bertujuan untuk menuntun seseorang untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa yang
dipelajari dalam kehidupan sehari-hari (Febrianingsih, 2021)
c.
Idza’ah
Program siaran atau sering disebut idza’ah ini mempunyai peran penting
dalam pembelajaran bahasa di Darussalam. Program ini melatih para santri untuk
sanggup berbicara bahasa Arab di depan banyak orang dan biasanya metode ini
diadakan setiap hari setelah shalat Maghrib dan pada siang hari setelah solat
Jumat, dengan metode ini santri akan dididik untuk dapat berbicara dengan
bahasa asing dan dapat melatih mental santri untuk berbicara dan melatih santri
untuk menjadi pendengar yang baik.
Kegiatan ini merupakan program kerja dari organisasi pelajar yang biasa
digunakan dalam menyampaikan informasi kepada santri-santri mengenai peraturan,
mahkamah bahasa, doa untuk orang sakit
atau meninggal, dan pengumuman yang lain yang sifatnya penting di umumkan
kepada santri. Bahasa yang digunakan dalam penyampaiannya dengan bahasa resmi,
yaitu bahasa Arab dan Inggris.
Hal ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh ummah yaitu metode
audiolingual, cara menyajikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan
mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan
kalimat dalam bahasa asing yang sedang dipelajari (Ummah, 2019). Dari kegiatan
idza’ah santri-santri dilatih pendengarannya agar terbiasa mendengar bahasa
Arab, dan untuk yang menyampaikan pengumuan sendiri dilatih dalam segi
syafahiyyah (berbicara).
d.
Muhadharah
Muhadharah adalah kegiatan santri yang dilaksanakan pada hari rabu malam
dan sabtu malam, para santri dilatih untuk membuat sebuah pidato yang
bertuliskan dengan bahasa Arab setelah itu santri akan menampilkan hasil
pembuatan pidatonya didepan seluruh santri. Dengan kegiatan ini santri akan
terlatih untuk terbiasa menulis bahasa Arab, menemukan kosa kata baru, dan
santri akan dilatih keterampilan berbicara (public speaking) yang baik di depan
orang banyak.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode komunikatif.
Santri yang terpilih untuk berpidato akan dilatih untuk berkomunikasi dengan
audien. Mental santripun secara langsung akan dilatih untuk tidak gugup,
gemetaran, demam panggung, tapi kegiatan ini melahirkan santri-santri yang
tahan banting mentalnya mampu membawakan tausiah yang mudah difahami dan tidak
membosankan.
e.
Mahkamah
Mahkamah merupakan kegiatan evaluasi terhadap program kerja bagian
penggerak bahasa. Setiap santri yang bermasalah dengan bagian bahasa (tidak
berbahasa resmi) akan dipanggil dan diberikan hukuman di malam hari setelah
sholat Maghrib. Program ini bertujuan agar santri mematuhi aturan-aturan
berbahasa dan pembelajaran agar mereka mau berbicara bahasa resmi setiap
harinya. Hukuman dalam program mahkamah ini tidak berupa hukuman fisik tetapi
berupa hukuman yang mendidik khususnya dalam bidang bahasa. Santri akan
diperintah untuk mencari kosa kata baru dalam bahasa Arab dan dimintai menyetor
hafalannya ke bagian penggerak bahasa.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode membaca, yaitu
santri mencari kosa kata dari kamus. Secara tidak langsung melatih dirinya
dalam keterampilan membaca dan menghafal.
f.
Arabic drama contest
Arabic drama contes adalah salah satu program untuk meningkatkan
kemampuan berbahasa santri, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang
rutin dilaksankan, dalam satu tahun drama kontes di adakan dua kali dengan
berbeda bahasa. Dua bahasa tersebut adalah bahasa Arab dan Inggris. Didalamnya
santri akan berlomba untuk menampilkan sebuah drama dalam bahasa Arab dan akan
dinilai oleh para dewan juri yang mumpuni dalam bidang bahasa Arab, dan santri
yang sekiranya bagus bahasanya akan mendapatkan reward atau hadiah dari
panitia, dengan program ini akan melatih kemampuan bahasa santri yang kompleks.
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode eklektik yaitu
gabungan dari beberapa metode yang disajikan dalam satu penampilan drama. Di
dalam drama semua metode terlibat didalamnya. Maka kegiatan ini merupakan
kegiatan yang dijadikan sebagai tolak ukur program-program bahasa selama satu
tahun berjalan.
Seorang guru dalam membina anak didiknya mempunyai faktor pendukung yang mendorong
keberhasilan anak dalam memahami pelajaran juga guru menjalankan tugasnya.
Menurut (Key informant 1) selaku pembimbing bahasa terdapat faktor-faktor
pendukung metode pembelajaran bahasa Arab Maharat al-kalam untuk meningkatkan
kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII, di antaranya:
a.
Lingkungan yang mendukung
Lingkungan sosial sangat mendukung sekali terhadap pendidikan dan
pengembangan bahasa. Karena bahasa hakikatnya bukan sekedar menghafal kata demi
kata, kalimat demi kalimat, tetapi lebih dari itu yaitu menitik beratkan kepada
praktek pengucapan secara direct (langsung).
Lingkungan yang baik untuk pengembangan dan
peningkatan kemampuan berbahasa di antaranya sebagai berikut :
1)
Guru bahasa
Arab harus rajin menggunakan bahasa Arab dalam berkomunikasi dengan santri
2)
Penggunaan ungkapan bahasa Arab dalam pergaulan
sehari- hari
3)
Ditetapkan
adanya hari bahasa Arab. Semua komunikasi antara warga madrasah termasuk
layanan administrasi, harus menggunakan bahasa Arab
4)
Penerapan wilayah
bahasa Arab. Semua warga madrasah wajib menggunakan bahasa Arab dalam berkomunikasi
jika melewati wilayah tersebut
5)
Penerapan
sanksi-sanksi edukatif dan tidak memberatkan bagi yang melakukan pelanggaran
terhadap ketentuan- ketentuan tersebut
b.
Fasilitas Belajar yang memadai
Adapun fasilitas yang mendukung santri dalam berbicara
bahasa Arab adalah:
1)
Perpustakaan
2)
Mading
3)
Pamflat bertuliskan kosa kata bahasa arab dan kata
kata motivasi
4)
Lab bahasa
c.
Dukungan Guru
Peran guru disini sangatlah penting sekali dikarenakan santri akan
menjadikan setiap guru sebagai motivasi terbesar mereka dalam mengembangkan
bahasa Arab mereka, maka sangatlah diperlukan peran guru dalam meningkatkan
bahasa sebagai berikut :
1)
Menggunakan bahasa Arab disetiap kegiatan belajar
mengajar dikelas
2)
Menggunakan bahasa Arab dikamar dan disetiap
berinteraksi bersama anggota
3)
Selalu menggunakan bahasa Arab ketika mengumumkan
pengumuman atau sekedar mengasih informasi
4)
Berbicara dengan bahasa Arab sesama guru lainnya
5)
Menciptakan lingkungan berbahasa Arab di kalangan
guru-guru sehingga santri dapat termotivasi dengannya
d.
Buku Pedoman Pelajaran
Adapun beberapa buku yang dijadikan referensi pondok pesantren
Darussalam dalam meningkatkan bahasa santri :
a)
Durussullughoh
b)
Daily conversation
c)
Vocabularies
d)
Qiraaturrasyidah
e)
Mahfudzot
f)
Nahwu
g)
Shorf
h)
Balaghah
i)
Ushul fiqh
Tidak hanya faktor pendukung yang mendorong untuk
mempermudah pembelajaran bahasa Arab dalam meningkatkan kemampuan berbahasa
Arab, pasti ada juga faktor penghambatnya. Hambatan merupakan sesuatu yang
dapat menghalangi kemajuan atau pencapaian suatu tujuan yang telah
direncanakan. Setelah peneliti mengumpulkan data tentang penghambat metode
pembelajaran bahasa Arab melalui wawancara pada hari Sabtu tanggal 19
Agustus. Menurut (key informant 2) faktor penghambat
pembelajaran bahasa Arab ialah sebagai berikut :
a.
Motivasi dan Minat Belajar Bahasa
Rendah
Didalam suatu lembaga sekolah atau pondok pesantren santri-santri
mempunyai motivasi yang berbeda dalam menuntu ilmu. Adakalanya motivasi santri
dalam menuntut ilmu sangat tinggi dan sebagian lainnya rendah bahkan tidak sama
sekali terlihat bersemangat dalam belajar. Rendahnya motivasi santri dalam
minat belajar akan menumbuhkan rasa malas, bosan, dan bahkan tidak tertarik
sama sekali dalam belajar. Sebab-sebab motivasi dan minat belajar santri
menjadi rendah diantaranya sebagai berikut:
1) Bergaul dengan teman yang malas
2) Kurangnya motivasi dari pendidik dan diri sendiri
3) Ada suatu masalah yang menimpa
4) Mempunyai sifat malas
b.
Kurang Konsentrasi Dalam Belajar
Bahasa
Konsentrasi belajar merupakan pemusatan perhatian dalam melakukan
pembelajaran jika konsentrasi belajar rendah maka akan menimbulkan ketidak
seriusan dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran memang tidak selalu
lancar dan sesuai, pasti mengalami kendala begitupun santri mempunyai kualitas
Konsentrasi belajar yang berbeda-beda. Ada yang memiliki jiwa semangat tinggi
dalam proses pembelajaran ada juga yang
memiliki sifat malas.
Sebab timbulnya kemalasan tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor.
Faktor yang pertama dari diri santri sendiri yang mempunyai sifat malas,
mempunyai kebiasan begadang sampai larut malam sehingga ketika masuk ruangan
kelas rasa ngantukpun tidak bisa ditahankan. Faktor yang kedua dari faktor
eksternal yaitu dari banyaknya kegiatan pondok pesantren. Seperti latihan
pagelaran seni Darussalam yang kira-kira membutuhkan satu bulan untuk persiapan
dan latihanya. Maka mau atau tidak tingakat konsentrasi belajar jadi mengurang.
c.
Pengaruh teman dan kurang percaya
diri
Selain dari kurangnya konsentrasi pengaruh terbesar dalam mempelajari
Bahasa Arab di pondok pesantren Daarussalam Tasikmalaya rajapolah pengaruh
lingkungan sangatlah berbahaya termasuk berteman dengan orang yang malas dan
kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu ini sangat mempengaruhi terhadap
keberhasilannya suatu pembelajaran.
Santri yang terbiasa bericara bahasa daerah merupakan bumerang untuk
santri lainnya. Ini menjadi bumerang bagi teman-temanya yang ingin menggunakan
bahasa resmi. Dengan semakin banyaknya santri yang terbiasa berbicara bahasa
daerah maka akan semakin sulit menerapkan lingkungan berbahasa. Sebab itu,
santri menjadi kurang percaya diri jika menggunakan bahasa resmi seperti Arab
dan Inggris karena di anggap merasa lebih pintar,sombong dan takut salah
pengucapan.
Adapun solusi dari faktor penghambat metode
pembelajaran bahasa Arab sebagaimana wawancara dari key informan 3 selaku Ketua
santri bagian penggerak bahasa yaitu sebagai berikut:
a.
Membuat acara seminar motivasi dalam meningkatkan minat belajar
bahasa
Diantara sekian banyak santri yang belajar bahasa Arab pasti ada
beberapa santri yang kurangnya motivasi untuk meningkatkan bahasa, yang perlu
dilakukan oleh pembimbing bahasa adalah agar selalu menanamkan motivasi
meningkatkan bahasa kedalam diri setiap individu santri, dikarenakan sebagus
dan sekuat apapun motivasi kita terhadap santri akan peningkatan bahasa jika
didalam dirinya tidak ada keinginan untuk meningkatkan bahasa, maka tidak akan
ada kemajuan terhadap kualitas bahasanya. Karena sebaik baik motivasi adalah
motivasi di dalam diri sendiri.
Maka yang kita lakukan adalah menanamkan dalam diri santri akan
kebanggaan untuk berbahasa Arab dikarenakan bahasa Arab adalah bahasa yang
sering diucapkan oleh rasul,maka ketika kita menggunakan bahasa Arab kita telah
berbicara menggunakan lafadz lafadz yang pernah diucapkan oleh nabi Muhammad
Saw.
b.
Membuat suasana belajar dan mengajar lebih kondusif
adapun beberapa tips yang dapat dilakukan oleh seorang guru agar proses
belajar mengajar tetap kondusif:
1) Menyampaikan aturan dengan tegas dan empati
2) Bangun komunikasi yang baik dengan santri
3) Amati dan pahami perilaku setiap santri
4) Berikan dukungan siswa dalam mengajar
5) Selingkan dibeberapa pertemuan permainan yang
bersangkutan dengan bahasa Arab
c.
Memilih teman yang baik dan menanamkan jiwa percaya diri
Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda : “seseorang tergantung pada
agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa
yang dia jadikan sebagai teman dekat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Dari hadits di atas dapat kita simpulkan bahwa memilih teman yang baik
sangatlah berpengaruh terhadap proses pembelajaran bahasa, pengaruh dari teman
dapat menentukan karakter seseorang menyukai bahasa atau tidak suka terhadap
bahasa. Maka carilah seorang teman yang bisa membawa kemampuan berbahasa lebih baik dan terus
meningkat.
Membentuk kebiasaan baik dalam peningkatan bahasa tidak mungkin tanpa
adanya niat yang sungguh-sungguh, pasti sudah menjadi kewajiban bagi pelajar
untuk berniat dengan benar dan sungguh-sungguh dalam diri. Dimulai dari diri
sendiri dahulu kemudian dua orang yang berkomitmen membiasakan berbahasa. Maka
inilah yang disebut dengan menciptakan lingkungan berbahasa yang sesungguhnya (Ahmadi, 2020).
E.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi metode
pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan
berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya, dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai jawaban rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti.
Adapun kesimpulannya ialah sebagai berikut:
Pertama, Implementasi metode pembelajaran bahasa Arab
maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII
di SMPT Darussalam Tasikmalaya adalah ilqo mufrodat, muhadatsah, idza’ah,
muhadhoroh, mahkamah, dan Arabic drama kontes.
Kedua, Faktor pendukung metode pembelajaran bahasa Arab
maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII
di SMPT Darussalam Tasikmalaya sebagai berikut: lingkungan yang mendukung,
fasilitas belajar yang memadai, dukungan guru, dan buku pedoman pelajaran.
Ketiga, Faktor penghambat metode pembelajaran bahasa Arab
maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri kelas VIII
di SMPT Darussalam Tasikmalaya sebagai berikut: motivasi dan minat belajar
bahasa rendah, kurang konsentrasi dalam belajar bahasa, pengaruh teman dan
kurang percaya diri.
Keempat, Solusi dari faktor penghambat metode
pembelajaran bahasa Arab maharat al-kalam untuk meningkatkan kemampuan
berbahasa Arab santri kelas VIII di SMPT Darussalam Tasikmalaya sebagai
berikut: membuat acara seminar dalam meningkatkan minat belajar bahasa, membuat
suasana belajar mengajar lebih kondusif, memilih teman yang baik dan menanamkan
jiwa percaya diri.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Dari Jurnal/Skripsi
Ahmadi, & Aulia Mustika. (2020). Metodologi Pembelajaran
Bahasa Arab Konvensional Hingga Era Digital. Genta Grup.
Febrianingsih, D. (2021). Keterampilan Membaca Dalam
Pembelajaran Bahasa Arab. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 2(2)
STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi
Murti, S. (2015) Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia di
Era Globalisasi. Parole Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Raco, J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis,
Karakteristik dan Keunggulannya. https://doi.org/10.31219/osf.io/mfzuj
Sam, Z. (2016). Z. Sam. Metode Pembelajaran Bahasa Arab,
Vol. 2(No 1), Hlm. 5.
Setyabudi, Mohammad Arif, Syamsuddin, H. (2020). Pembelajaran
Bahasa Arab Untuk Tujuan Khusus. Jurnal Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng,
(Pembelajaran Bahasa Arab), 90–98.
Syamaun, N. (2016). Pembelajaran Maharah al-Kalam untuk
Meningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa
Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jurnal.Ar-Raniry.Ac.Id
Syukriya, A. U. (2013). Edutainment: Ikhtiar Mengolah
Heterogenitas Peserta Didik Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara (Maharatul
Kalam) Pada Peserta Didik SMA Islam P.B. Soedirman 1 Bekasi. Prosiding
Konferensi Nasional Bahasa Arab III, 265–281.
Wahyono. (2016). Pengaruh Pemahaman Aspek Filosofi Bahasa
Jawa Terhadap Pola Komunikasi Masyarakat Dalam Bahasa Indonesia. Analisis
Jurnal Pengajaran Bahasa Indonesia. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/12728?show=full